Traveling With Baby. Yeay!


Akhirnya beberapa bulan lalu saya dan suami bisa angkat pantat juga untuk jalan-jalan lagi. Setelah kurang lebih 1,5 tahun jaga kandang karena lagi hamil dan baru melahirkan. Hiks.

Karena pertama kali pergi ama bayi umur 8 bulan, jadi kita pilih tujuan yang deket-deket dulu. Pilihan saya dan suami ke Belitung. Selain karena belom pernah, penerbangannya juga cuma 50 menit. Asik ya.. Udah ngebayangin bagusnya pantai-pantai di Belitung.. Pas sampe sana buset bagus banget! Beneran ga kecewa.

Long weekend liburan Natal akhir tahun 2016 kemarin saya, suami dan si bayi pergi wisata ke Belitung selama 4 (empat) hari. Hanya bertiga aja tanpa bawa pengasuh. Pesawat boarding pukul 10:00 dan sampai di Belitung pukul 11:00. Saya bawa 1 koper ukuran kabin isinya baju saya dan suami, 1 ransel isinya baju bayi dan perlengkapan makan, dan 1 tas jinjing isi mainan, camilan dan makanan bayi. Saya ngga bawa stroller (kereta bayi) mengingat tempat wisata yang kita kunjungi kebanyakan adalah pantai kemungkinan stroller ngga akan kepake. Jadi barang bawaan lumayan minim.

Sampai di Belitung saya sewa mobil beserta driver untuk membawa kita keliling jalan-jalan. Tadinya kita mau sewa mobilnya aja, toh saya dan suami bisa nyetir. Tapi akhirnya kita putuskan pake driver sekalian mau liburan daripada pake acara mikir jalan lewat mana bikin pusing yakan.. Dan kita ngga nyesel dengan keputusan kita tersebut! Ternyata jalan-jalan di Belitung jauh-jauuuhhh saudara-saudariiii.. Dari seluruh tempat wisata Belitung hampir semuanya saya kunjungi. Ada wisata asik yang ngga kita kunjungi karena tergolong ‘bahaya’ untuk bawa bayi yaitu ke Pulau Lengkuas dan sekitarnya, karena untuk menuju Pulau Lengkuas, kita harus menyebrang laut menggunakan kapal atau boat. Jangan bayangkan kapalnya seperti Cruise gitu yah, kapal yang digunakan untuk keliling pulau itu kapal kayu seperti kapal nelayan seperti gambar di bawah ini. Jadi dengan sangat terpaksa saya tidak bisa menyajikan foto bayi saya di atas mercusuar kaya foto traveling yang hits kalo lagi wisata ke Belitung.

Empat hari di Belitung termasuk agak lama dan santai. Karena biasanya tour disana rata-rata hanya 3 hari 3 malam sudah bisa keliling ke semua tempat wisata termasuk ke Pulau gosong di seberang Belitung (tergantung cuaca). Hari pertama sampai di Belitung, hal yang pertama saya lakukan adalah mengunjungi Mini Market lokal yang ada disana untuk membeli buah-buahan, bahan makanan bayi dan yang paling penting : DIAPERS! Saya tidak membawa diapers banyak dari Jakarta karena membawa diapers membuat koper saya jadi beranak pinak. Misalnya dalam sehari bayi saya memakai 8 diapers, maka untuk 4 hari saya perlu membawa 32 diapers. Bisa dibayangkan 1 tas sendiri isinya cuma diapers dong. Jadi saran saya untuk yang mau jalan-jalan bawa bayi beli diapers dan bahan makanan di kota/negara tujuan aja. Harga juga ngga jauh beda kok.

Hari pertama kita habiskan dengan berbelanja keperluan makanan di mini market, jalan-jalan sore di sekitar hotel dan lihat sunset dari belakang hotel (kebetulan di belakang hotel langsung pantai), dan lihat-lihat oleh-oleh di toko sebelah hotel. Jadi hari pertama kita belom heboh-heboh amat jalan-jalannya, kita istirahat dulu untuk menyiapkan energi esok hari.

Hari kedua, setelah sarapan pagi, kita sudah dijemput Pak Ivan (driver) untuk mulai menjelajah. Hari ini wisata pantai karena Belitung terkenal dengan pantainya yang banyak batu-batu besar dan tinggi, dan juga airnya yang jernih. Hari ini kita mengunjungi Bukit Berahu (terkenal dengan resortnya yang bagus-bagus dan mahal-mahal tentunya), Pantai Tanjung Tinggi (pantai yang dipakai shooting film Laskar Pelangi yang terkenal dengan batu-batu raksasanya), Pantai Tanjung Kelayang, dan Danau Kaolin. Hari kedua ini kita berangkat pukul 9:00 kembali lagi ke hotel pukul 17:00. Sempat makan siang seafood di dekat Pantai Tanjung Tinggi. Enak banget dan ga terlalu mahal. Nulis ini jadi kepengen makan cumi goreng tepung. Hehe. Oh iya, saat kita makan, si bayi juga kan harus makan ya, saya cuma bawa 1 mangkok, 1 sippy cup dan 2 sendok saat traveling kemarin. Jadi setelah makan, mangkok dan peralatan lainnya langsung saya cuci di restoran itu, jadi saat jalan lagi peralatan makan anak saya sudah dalam keadaan bersih, kuman ngga sempet mampir. Untuk makanan saya bawa oatmeal dan buah. Tinggal minta air panas di resto untuk seduh oat, aduk, campur dengan buah yang dibawa. Saya bawa jeruk, alpukat, pisang, mangga. Tinggal pilih salah satu dan dimakan bersamaan dengan oat tadi. Gampang. Bayi kenyang, Ibu senang.

Dan ngga ketinggalan kita juga makan Mie Atep yang terkenal itu. Yang kalo menurut saya rasanya biasa ajah, tapi memang harganya juga murah meriah hanya Rp13.000 saja. Minumnya jangan lupa es jeruk kunci. Worth it banget.

Hari ketiga kita berangkat lebih pagi, jam 8:00 kita udah jalan karena hari ini perjalanan kita agak jauh ke daerah Manggar untuk lihat Museum Kata Andrea Hirata dan Sekolah Muhamadiyah tempat shooting Laskar Pelangi. Dari hotel ke Manggar kurang lebih 100 km, ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja karena jalanan sepiiiii banget. Enak banget lah pokoknya jalan-jalan bawa bayi kesini. Ga takut bayi ngamuk karena macet atau panas. Hari ini pagi-pagi sempet hujan deras, jadi sesampainya di Museum Kata Andrea Hirata dan Sekolah Muhamadiyah jalanannya becek. Buibu yang mau tour ke daerah sini jangan pake sepatu tinggi-tinggi macem egrang ya, susah nanti jalannya.

Hari ketiga ini perjalanannya jauh tapi karena jalanan lancar jadi tempat yang bisa dikunjungi juga banyak. Kita mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata (masuknya bayar Rp50.000,- tapi kita dapet 1 buku, infonya uang masuk tersebut akan digunakan untuk membangun sekolah didaerah sana), Sekolah Muhamadiyah Gantong, makan siang di Fega Seafood Restaurant, Pantai Kelayang (pantainya sepi, tenang, bisa puas foto-foto), Kampung Ahok, minum kopi di kedai kopi Manggar karena Manggar ini terkenal akan kopinya, walaupun Belitung bukan daerah penghasil kopi namun mereka apik dalam meracik kopi enak. Hari ini sama seperti kemarin kita sampe hotel lagi sekitar jam 17:30. Oiya sebelum ke hotel tadi sempet ke tempat oleh-oleh. Disini yang bisa dibawa ya semacam kerupuk ikan kaya amplang/kemplang gitu, trus ada pempek juga, terasi (ini terkenal banget terasinya katanya enak banget), kopi sama kaos-kaos. Oleh-oleh lainnya yang juga terkenal itu kepiting telur, kepitingnya sudah dibumbui sehingga sesampainya di kota asal tinggal dimasak.

Capek tapi asyik. Sayangnya besok pulang. Hiks..

Hari keempat, hari terakhir ada di Belitung saya ga kemana-mana lagi. Hari ini fokus packing ama cari taksi untuk pulang. Bye Belitung, see you again kalo si bayi udah agak gedean, jadi kita bisa nyebrang ke pulau gosongnya. Saya juga pengen seneng-seneng snorkeling yakan, ga hanya duduk di pantai nemenin si bayi. Hehe.

Tips n tricks bawa bayi traveling :

  1. Bawa baju secukupnya aja, saya malem masih sempet cuci baju bayi yang dipake hari itu, supaya punya stok baju cadangan aja kalo-kalo beberapa hari ke depan baju si bayi keabisan.
  2. Ga usah bawa diapers dari rumah, beli di kota tujuan lebih mudah.
  3. Bawa/beli pisang, alpukat, jeruk. Buah yang paling mudah dimakan untuk si bayi ga perlu peralatan lain-lain, cuma sendok ajah dikerok langsung hap untuk darurat kalo lagi di pesawat atau di kendaraan saat jam makan si bayi.
  4. Bawa lotion/sticker anti nyamuk, sabun, salep/obat-obatan khusus bayi.
  5. Bawa selimut/kain bedong untuk darurat kalo si bayi mau duduk di pasir atau buat penutup kala menyusui, bisa untuk alas tidur juga kalo pas si bayi tidur di perjalanan.
  6. Bawa mainan kesayangan si bayi beberapa pcs agar si bayi tenang di perjalanan.
  7. Buat jadwal perjalanan yang tidak terlalu pagi atau pulang terlalu malam sehingga si bayi tidak kelelahan.
  8. Pergilah bukan disaat musim liburan, sehingga tempat tujuan wisata tidak terlalu penuh yang bisa bikin bayi dan orangtuanya kurang nyaman. Biasanya harga tiket juga lebih murah saat low season seperti ini.
  9. Sebelum pergi menggunakan dengan tujuan yang jauh dan waktu perjalanan yang panjang, sebaiknya sebelumnya dicoba melakukan penerbangan pendek (misalnya Jakarta – Belitung ini karena penerbangan hanya 45 menit) sehingga bayi terbiasa.
  10. Bawa kesabaran dan uang yang banyak 🙂
Advertisements