Beauty Without Brain Is Nothing..


Tadi pagi dapet seminar motivasi gitu di kantor. Sebenernya judul seminarnya bukan seperti judul posting gw kali ini, tapi kata2 ini bener2 nancep di kepala dan hati gw.

Seminar tadi pagi diberikan oleh motivator terkenal Rhenald Kasali. Biasanya kantor gw memang rutin ngadain seminar motivator kaya gini 6 bulan sekali. Selama hampir 2 taun gw disini udah 3x ada seminar ini. Bagus juga. Menyemangati. 2x seminar sebelumnya diadakan oleh Jamil Azzaini. Menyenangkan semua training yang beliau bawakan. Bener2 bikin semangat.

Di sesi tadi gw jadi sadar bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia pola pikirnya sudah di kotak2an dikarenakan bangku sekolah. Ternyata bangku sekolah membuat kita tidak kreatif. Tadi dicontohkan ada video ditanya ada berapa balon biru yang diserahkan ke petugas teller. Kita semua konsentrasiii penuh dengan si balon biru. Tapi ternyata tanpa kita sadari ada pertanyaan berikutnya ada berapa badut di video tadi? Kita sibuk menghitung balon biru sampe ga memperhatikan lagi keseluruhan isi video. Itulah contoh betapa kita jadi hanya menuruti perintah, bukan berpikir yang lebih dari sekedar perintah itu.
Sooooo impressed me!

Kemudian gw juga baru tau bahwa orang2 di Indonesia kecerdasan intelegensinya melebihi orang2 dari negara lain. Dikarenakan di Indonesia siswanya mendapat mata pelajaran paling banyak sedunia. Waaww.. Ternyata..
Tapi dikarenakan pintar dalam hal akademis membuat org2 Indonesia maunya jadi orang kantoran, dibelakang meja. Cenderung tidak kreatif. Weew bener juga yah..

Kemudian mata pelajaran yang diajarkan saat S1 di Indonesia itu baru diajarkan saat S3 di Amerika. Waaaawww.. Saya udah S3 berarti yah??

Kenapa di luar negeri pelajarannya lebih sedikit? Karena mereka menyeimbangkan dengan kegiatan lain yang tidak hanya menggunakan otak tapi juga bergerak. Jadi yang diasah bukan hanya kepala tapi semua organ tubuh. Hal itu menjadikan siswa lebih kreatif.

Kemudian tiba pembahasan “Beauty without brain is nothing” dicontohkan dalam video dimana perempuan cantik ngomong dengan keras : A : I want to order french fries, burger and milkshake.
B : *menjawab dengan ketus namun suara ditekan sepelan mungkin* this is library!
A : *nengok sekeliling liat orang baca buku dalam diam, dia pun memelankan suaranya* I want to order french fries, burger and milkshake *sambil berbisik*
B : ……

Si cewe cantik tidak menangkap apa yg dikatakan oleh B. So, cantik bukan apa2 yaaa kalo bolot macam itu.

Jadi inget salah seorang rekan kampus yang (bahkan tidak cantik tapi suka ge-er klo dia cantik *putus asa*) kalo ngomong dan bergunjing itu bener2 ga pake otak. So racist, dan sangat merendahkan. Maybe she has no heart. She has no brain and not beautiful too. Poor her. Paket lengkap buat dia semua dah.

Dan gw lebih memilih berteman dengan orang miskin ato orang yang berada di kalangan paling bawah sekalipun daripada harus berteman dengan orang yang mampu tapi bahkan kepalanya ga bisa ditundukkan barang sedikitpun.

Semoga gw bisa menjadi orang yang “have brain” dalam hal apapun. Entah dalam hal akademis, pekerjaan atau hubungan sosial sekalipun.
🙂

Sesi terakhir diisi dengan pemutaran video pelari sprint 400 meter di Inggris pada olimpiade 1992.
Dia diramalkan pasti menang dan membawa pulang medali emas. Saat lomba itu dipundaknya membawa nama bangsa dan negara. Dia mulai lari cepat dari start, pada jarak 150meter dia merasa sesuatu pada paha kanannya. Dia kemudian terjatuh. Cedera. Tapi dia bangun lagi terus berlari dengan tertatih2. Kaki sebelah kirinya sudah tidak bisa bekerjasama untuk berlari. Ada beberapa orang yang mau menolong dia tidak mau. Dia tetap berlari tertatih menuju garis finish. Tiba2 ada lelaki tua menghampiri, merangkul dan berlari bersama. Lelaki itu ayahnya. Pelatihnya. Dia menbisikkan “mari kita selesaikan sampai garis finish bersama2”.

Mereka menyelesaikan sampai garis finish. Walaupun sudah pasti kalah dalam olimpiade. Tapi itulah pemenang sebenarnya.

The winner never give up.

Dia ngga menyerah sama cederanya di tengah lapangan. Dia tau kalah dalam perlombaan tapi tetap berlari sampai garis finish.
Standing applause for this video.

I was crying at that last session. And I’m still crying when I write this..

Gw belom tentu bisa kaya gitu. Gw sadar banget gw masih emosian dan gampang patah semangat. Tapi mudah2an dengan seminar motivasi ini bisa membuat gw melangkah maju lebih baik. Amin..

Mudah2an info yang gw share ini bisa berguna buat temen2 sekalian🙂

Thanks for coming..