Medan


Masih inget banget pertama kali dinas luar kota dari kantor, 2 Juli 2010. Belum genap sebulan kerja di kantor televisi swasta di Jakarta sebagai Legal Officer, saya sudah dilempar keluar kota. Medan. Berangkat Jumat pagi menggunakan pesawat udara nomor 1 di Indonesia (katanya). Saya hanya membawa ransel yang isinya 1 tanktop, 1 kaus dan 1 cardigans, perlengkapan mandi dan underwear. Sangat santai😀

Sedangkan saya berangkat lumayan rapi mengenakan kemeja dan celana bahan. Karena nanti di Medan akan bertemu dengan Kepala Stasiun TV dan orang2 dari departemen.

Sampai di Medan pukul 08.30 saya langsung menuju Hotel Garuda menggunakan mobil yang saya sewa dari rental mobil (dari internet). Nama drivernya Bapak Ibnu, sangat hafal wilayah Medan dan benar2 tour guide yang baik. Dia menjelaskan daerah2 yang kami lewati namanya apa, histori-nya bagaimana. Tapi saya ga inget semuaa.. Hiksss.. :((

Sampai di Hotel Garuda, saya langsung check-in. Karena memang sudah booking dari Jakarta. Saya pesan kamar Superior seharga Rp 350.000,- yang lumayan bagus menurut saya. Walaupun dari depan terlihat seperti ruko, namun kamarnya lumayan bagus dan nyaman..

Setelah menaruh barang2 di kamar, saya langsung menuju kamar salah satu orang departemen yang menginap disitu juga untuk mulai bekerja (verifikasi data yang dilakukan di hotel). Verifikasi data dilakukan sampai siang hari. Siang hari kita keluar makan Sup Langsa *lupa nama jalannya* jadi itu sup kaki sapi, yang ada sum-sumnya. Dan makan sum-sum tulangnya tersebut pakai sedotan (beberapa hari kemudian rumah makan tersebut saya lihat di acara kuliner di TV, ngga salah piliiih :p) Karena saya menganggap repot, jd saya makan sop buntut saja. Yang ternyata enaaak bangeeett..😀

Setelah makan siang, kita pergi ke salah satu Sasiun TV daerah disana untuk melihat daerah yang kami sewa untuk studio-nya. Ini masih bagian dari pekerjaan. Setelah itu, kita berkeliling ke Bolu Meranti dan Bika Ambon Zulaika untuk pesan dulu, dan diambil besok sebelum pulang. Setelah berkeliling pesan oleh-oleh ini itu, kita kembali ke hotel untuk mandi dan ganti baju kemudian makan malam.

Makan malam kita di Merdeka Walk yang letaknya persis di depan Hotel Aston. Makan malam macem2 rupa, dari dimsum, ramen, aneka mie, sate lembu, dan lain-lain. Yang paling saya suka dessert-nya, yaitu pancake durian. Hmmmm.. Slurp..

Pancake durian itu awalnya saya pikir kaya kue durian, ternyata setelah pesanan saya datang, itu adalah durian tanpa biji (benar2 durian) yang dibungkus kulit yang terbuat dari adonan kue. Jadi pas digigit, isinya benar2 durian smua. Huaaaaa.. Mau lagiii.. Sayangnya pancake durian tidak bisa dijadikan oleh2, karena hanya tahan 3 jam kalo tidak di dalam kulkas. hiksss..

Setelah makan malam yang super heboh itu, oh iya dilakukan sambil nobar Piala Dunia juga, sampe kita cewe2 bingung saking ributnya. Dan driver kita jg ga bisa nengok mukanya dari layar. Jadi mesti kita tarik-tarik untuk pindah tempat lain.

Tempat berikutnya yaitu warung durian Pak Ucok. Katanya terkenal banget si Pak Ucok ini. Kita makan duren langsung disitu. Sampe perut mau meledak. hehehe..

Setelah penuh perut, dan udah tengah malem juga. Kita kembali ke hotel untuk beristirahat. Karena besok harus kembali ke Jakarta.

Bangun pagi, sarapan di kamar hotel. Santai. Orang2 departemen dan beberapa TV lain pulang dengan penerbangan pagi. Saya penerbangan siang dengan teman satu group TV, jd masih sempat cari oleh-oleh.

🙂 firs duty done..

Wait 4 another trip duty :p